Desk
1. Computer
2. Keyboard
3. Speaker
4. Monitor
5. mouse
6. Mirror
7. Telephone
8. Frame
9. Book
10. Callander
11. Clock
12. Pen
13. Pencil
14. Spidol
15. Table
16. Chair
17. Ruler
18. Eraser
19. Paper
20. Lamp
21. Schedule
22. Flashdisk
23. Document
24. Box
25. Airconditioner
26. Remote
27. Laptop
28. Bag
29. Shoes
30. Dvd player
inggris bisnis 2
Selasa, 08 Maret 2011
Diposting oleh
okky
di
03.38
0
komentar
inggris bisnis 2
OFFICE
1. Computer
2. Keyboard
3. Speaker
4. Monitor
5. Mirror
6. Telephone
7. Frame
8. Book
9. Callander
10. Clock
11. Pen
12. Pencil
13. Spidol
14. Table
15. Chair
16. Ruler
17. Eraser
18. White board
19. Tv
20. Soffa
21. Paper
22. Document
23. Schedule
24. Box
25. Ac
26. Lamp
27. Blackboard
28. Toilet
29. Hammer
30. Handphone
31. Assistent
32. Boxdeposit
33. Photo
34. Glass
35. Blasser
36. Dress
37. Helmt
38. Receptions
39. Remmot
40. Lem
41. File
42. Laptop
43. Flashdisk
44. Mouse
45. Cabble
46. Cabblerool
47. Microphone
48. Anthena
49. Bag
50. tie
Diposting oleh
okky
di
03.36
0
komentar
inggris bisnis 2
1. Mr Harris has taught English at this school for five years
2. I have written three of four letters to that company
3. The student in the class have did those two lesson already
4. I have knew professor moore for more than twelve years
5. Richards has toole three course in engglish at this school
6. Those step are dangerous I have feel on them several times
7. Mr Kramer have been in the united states for three years
8. The Janitor has already to shut the back door
9. The Student have read all of the scories in that boole
10. Marjorie have chosen a pretty dress in the party
11. I have spoke to my boss about the proble several times
12. That tree has grown at least five feet since last year
13. Miss King has spent over eighteen hundred dollars since may
14. Mr and Mrs Smith have bought a new house in North plains
15. The real estate agent have sold the smith old house
16. Charles has had a bad cold for a what week
17. I’m sorry, I have forgot the name of that book
18. We have already to heard that new song several times
19. Mr Wilson isn’t here he has gone out of town for the weekend
20. Mr Kennedy has ware his blue solt to the office only twise
21. I have sat in this same seat since the first day of classes
22. The money isn’tin this drawer. Someone have stolen it
23. Upo to now2, I have understood every lesson in the book.
24. We have had absolutely no troble with our car so far
25. No one have found that’s girls purse and gloves yet
26. The weather have been very warm ever sinee last Thursday
27. Mr Anderson and Mr Brown have had lanch already
28. I have seen the empire state building hundreds of times
29. We have already to spoke to the director and has given him the messages
30. Grandmother has never flown in an airplane before
31. You have tore your shirt! There a hole in the left sleeve
32. I have already read the costumeris letter and have written a reply to him
Diposting oleh
okky
di
03.29
0
komentar
etika bisnis
Rabu, 27 Oktober 2010
LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman yang semakin maju mengantarkan kita pada era Globalisasi, tuntutan hidup yang suka tidak suka harus kita hadapi, dimana semakin berkembangnya kemajuan ekonomi saat ini mengakibatkan adanya daya saing bagi setiap manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan cara mencari pekerjaan agar mendapatkan penghasilan yang layak, namun langkah ini tidak mudah seperti membalikan telapak tangan karena adanya potensi – potensi baru yang mulai memasuki dunia barunya.
Seperti banyaknya lulusan – lulusan baru yang ingin mendapatkan pekerjaan juga, dari dampak inilah maka timbul daya saing untuk memasuki dunia kerja pada saat era globallisasi yang diprkirakan akan sulit memasukinya.
Maka dampak dari banyaknya saingan untuk mendapatkan pekerjaan inilah terdapat kecurangan dalam merekrut tenega kerja baru, tidak sedikit masyarakat kita menggunakan cara instan untuk cepat mendapatkan pekerjan dengan cara menacari koneksi pada perusahaan.
Dari masalah inilah saya akan menilai baik atau tidaknya menggunakan cara instan dengan mencari koneksi orang dalam dari segi etika bisnis.
MASALAH
Dalam dunia bisnis apabila suatu perusahaan mengalami kemajuaan atau ingin melakukan rotasi dalam perusahaannya maka setiap perusahaan dianjurkan melakukan penerrimaan tenaga kerja baru, tetapi dengan persaingan yang amat sanagat ketat untuk mendapatkan pekerjaan maka pelamar pekerjaan tersebut harus bersaing dengan orang lain agar dapat memenangkan persaingan tersebut dan mendapatkan pekerjaan.
Tetapi mayoritas masayarakat kita tidak ingin mengmbil repot dan jarang sekali memiliki jiwa pesaing yang positif, maka pelamar pekerjapun menagambil langkah instan agar mendapatkan langsung pekerjaan dengan mencari koneksi didalam perusahaan, tetapi yang menjadi permasalhaannya apakah langkah ini dibenarkan dalam etika bisnis
Menurut saya langkah seperti ini tidak baik bahkan cenderung masuk kedalam kkn ( kokrupsi koolusi dan nepotisme ) karena banyak merugikan orang banyak dan tidak mengajarkan jiwa bersaing bagi lulusan – lususan baru, ddan akan berdampak negatif bagi banyak pihak.
Oleh karena itu didalam masalah ini saya selaku penulis ingin mencari jalan keluarnyya agar langkah ini tidak lagi digunakan dalam menerima tenaga kerja baru, selain itu didalam tulisan ini saya menerima pendapat atau masukan apabila pembaca ingin mengeluarkan pendapatnya tentang masalah penerimaan tenaga kerja baru melaui koneksi orang dalam perusahaan.
HIPOTESIS
Pendugaan dalam masalah ini mugkin ada beberapa jawaban, ada yang setuju maupun tidak setuju dengan adanya cara instan menerima tenaga kerja baru dengan mencari koneksi, tetapi alangkah baiknya kita menilai dari segi lain contohnya seperti adanya dua orang pelamar pekerja yang satu memilkiki kemampuan teatpi tidak memiliki koneksi orang didalam perusahaan sedangkan yang satunya tidak memiliki kemampuan tetapi memilki koneksi didalam perusahaan, apabila cara instan ini yang diambil dalam penerimaan tenaga kerja baru mungkin sudah dapat dipastikan dapat merugikan banyak hal dan terlebih pentingnya lagi dapat mengancam kondisi perusahaan ttersebuut
Maka seperti penulis sudah singgung dalam paper masalah, sebaiknya langkah ini tidak digunakan lagi karena menggunakan cara yang salah dan kita apabila sebagai pelakunya tanpa kita sadari kita telah melaukan pelanggaran hukum, dengan melakukan kolusi didalam kehidupan kita. Oleh karena itu kita harus dapat meningkatkan potensi yang ada didalam diri kita dan kita harus memilki jiwa pesaing yang positif agar dapat bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain.
Hakikat keadilan
Etika bisnis adalah penerapan prinsip etika yang umum pada suatu wilayah perilaku manusia yang khusus yaitu kegiatan ekonomi dan bisnis.
Sepanjang sejarah perkembangan teori etika bisnis telah berkembangannya banyak teori – teori yang menjadi landasan dalam pengambilan keputusan, sehingga justifikasi dari berbagai perbuatan moral juga akan menjadi beerbbeda. Hal tersebut menyebabkan terjadinya banyaknya diskusi bagi para teoritis, walaupun dalam prakteknya nanti, teori – teori tadi akan menuju ketujuan pemecahan masalah yang sama pula.
Berikut ini salah satu contoh teori – teori yang digunakan dalam menyelesaikan permasalah dalam masalah di atas
1. Hakikat keadilan
Dalam masalah yang saya ambil didalam kasus peneriman tenaga kerja melalui orang dalam merupakan hal yang tidak adil. Dikarenakan dapat menyebabkan kerugian bagi orang banyak orang.
2. Teori hak
Sebetulnya teori hak merupakan suatu aspekdari teori deontologi karena hak berkaitan dengan kewajiban. Tetapi kini teori hak telah memiliki pendekatannya tersendiri.
3. Teori keutamaan
Teori keutamaan memandang sikap ahlak seseorang. Keutamaan dalam teori ini tidak boleh membatasi dari taraf pribadi.
PENUTUP
Setelah mempelajari tentang masalah ini saya berpendapa bahwa penerimaan karyawan baru melauli jalur instan merupak kesalahan dan melanggar hokum tetapi didalam segi lain kitapun harus menerima dengan kenyataan yang ada didalam hidup yang sebenarnya bahwa hampir setiap penerimaan tenaga kerja baru memlih jalur instan dengan mencari koneksi orang dala,.
Maka dengan adanya sistem cepat ini, maka saya berpendapat bahwa dari diri kita sendirilah yang harus berpikir lebih baik lagi untuk dapat bersaing didalam dunia kerja.
Diposting oleh
okky
di
19.56
0
komentar
MASALAH
Dalam dunia bisnis apabila suatu perusahaan mengalami kemajuaan atau ingin melakukan rotasi dalam perusahaannya maka setiap perusahaan dianjurkan melakukan penerrimaan tenaga kerja baru, tetapi dengan persaingan yang amat sanagat ketat untuk mendapatkan pekerjaan maka pelamar pekerjaan tersebut harus bersaing dengan orang lain agar dapat memenangkan persaingan tersebut dan mendapatkan pekerjaan.
Tetapi mayoritas masayarakat kita tidak ingin mengmbil repot dan jarang sekali memiliki jiwa pesaing yang positif, maka pelamar pekerjapun menagambil langkah instan agar mendapatkan langsung pekerjaan dengan mencari koneksi didalam perusahaan, tetapi yang menjadi permasalhaannya apakah langkah ini dibenarkan dalam etika bisnis
Menurut saya langkah seperti ini tidak baik bahkan cenderung masuk kedalam kkn ( kokrupsi koolusi dan nepotisme ) karena banyak merugikan orang banyak dan tidak mengajarkan jiwa bersaing bagi lulusan – lususan baru, ddan akan berdampak negatif bagi banyak pihak.
Oleh karena itu didalam masalah ini saya selaku penulis ingin mencari jalan keluarnyya agar langkah ini tidak lagi digunakan dalam menerima tenaga kerja baru, selain itu didalam tulisan ini saya menerima pendapat atau masukan apabila pembaca ingin mengeluarkan pendapatnya tentang masalah penerimaan tenaga kerja baru melaui koneksi orang dalam perusahaan.
HIPOTESIS
Pendugaan dalam masalah ini mugkin ada beberapa jawaban, ada yang setuju maupun tidak setuju dengan adanya cara instan menerima tenaga kerja baru dengan mencari koneksi, tetapi alangkah baiknya kita menilai dari segi lain contohnya seperti adanya dua orang pelamar pekerja yang satu memilkiki kemampuan teatpi tidak memiliki koneksi orang didalam perusahaan sedangkan yang satunya tidak memiliki kemampuan tetapi memilki koneksi didalam perusahaan, apabila cara instan ini yang diambil dalam penerimaan tenaga kerja baru mungkin sudah dapat dipastikan dapat merugikan banyak hal dan terlebih pentingnya lagi dapat mengancam kondisi perusahaan ttersebuut
Maka seperti penulis sudah singgung dalam paper masalah, sebaiknya langkah ini tidak digunakan lagi karena menggunakan cara yang salah dan kita apabila sebagai pelakunya tanpa kita sadari kita telah melaukan pelanggaran hukum, dengan melakukan kolusi didalam kehidupan kita. Oleh karena itu kita harus dapat meningkatkan potensi yang ada didalam diri kita dan kita harus memilki jiwa pesaing yang positif agar dapat bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain.
LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman yang semakin maju mengantarkan kita pada era Globalisasi, tuntutan hidup yang suka tidak suka harus kita hadapi, dimana semakin berkembangnya kemajuan ekonomi saat ini mengakibatkan adanya daya saing bagi setiap manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan cara mencari pekerjaan agar mendapatkan penghasilan yang layak, namun langkah ini tidak mudah seperti membalikan telapak tangan karena adanya potensi – potensi baru yang mulai memasuki dunia barunya.
Seperti banyaknya lulusan – lulusan baru yang ingin mendapatkan pekerjaan juga, dari dampak inilah maka timbul daya saing untuk memasuki dunia kerja pada saat era globallisasi yang diprkirakan akan sulit memasukinya.
Maka dampak dari banyaknya saingan untuk mendapatkan pekerjaan inilah terdapat kecurangan dalam merekrut tenega kerja baru, tidak sedikit masyarakat kita menggunakan cara instan untuk cepat mendapatkan pekerjan dengan cara menacari koneksi pada perusahaan.
Dari masalah inilah saya akan menilai baik atau tidaknya menggunakan cara instan dengan mencari koneksi orang dalam dari segi etika bisnis.
Diposting oleh
okky
di
04.59
0
komentar
BAHASA INDONESIA
Minggu, 09 Mei 2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dalam situasi dan kondisi transportasi yang sangat maju, suatu jasa transportasi harus mempunyai rasa ingin memenuhi keinginan para penumpang sesuai dengan sasarannya. Maka dari itu agar kita dapat memenuhi keinginan para penumpang suatu usaha harus memiliki strategi – strategi khusus yang dapat membedakan dengan para pesaingnya agar dapat menarik para penumpang untuk menggunakan jasanya. Salah satunya dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan para penumpang.
Salah satu jasa transportasi yang sangat berkembang maju saat ini adalah kereta api. Jasa transportasi ini memberikan alternatife bagi masyrakat yang beraktifitas tinggi untuk dapat mempersingkat waktu dengan biaya murah, aktifitas masyarakat yang begitu tinggi mengakibatkan kepadatan di jalan raya oleh karena itu jasa transportasi kereta api ini sangat diminati oleh masyarakat dikarenakan transportasi ini hampir dipastikan bebas hambatan. Faktor terpenting dalam menjalakan jasa transportasi kereta api ini adalah memberikan pelayanan kepada para penumpang, pelayanan itulah yang menjadi daya tarik agar seleruh penumpang menjadi penumpang setia jasa transportasi kereta api.
Kepuasan atau ketidakkepuasan penumpang menjadi topik penting yang harus didiskusikan pada tingkat internasional ataupun global, kepuasan penumpang di tentukkan oleh kualitas dari armada transportasi atau jasa yang dikehendaki penumpang sehingga jaminan kualitas terbaik menjadi poin utama bagi perusahaan yang pada saat ini khusus dijadikan tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan. Pada intinya kepuasan dan ketidakpuasan penumpang merupakan perbedaan harapan dan kinerja yang dirasakan.
Salah satu jenis kereta api yang diminati oleh masyarakat adalah jenis kereta api kelas pakuan exspress karena harganya yang cukup lumayan murah dan juga armada yang digunakan cukup banyak, untuk itu penulis memilih kereta api kelas pakuan exspress sebagi objek penelitian.
Dalam waktu ke waktu jasa trasportasi kereta api ini cukup baik perkembangannya, sehingga penulis merasa perlu untuk mencari tahu keberhasilan tersebut dengan analisis kepuasan konsumen. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis memilih judul “ ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG KERETA API KELAS PAKUAN EXSPRESS PADA PT. KERETA API INDONESIA “ sebagai objek penelitian.
1.2. Perumusan masalah
Berdasarkan masalah pada latar belakang maka penulis merumuskan ruang lingkup penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana pendapat atau respon penumpang terhadap pelayanan yang diberikan PT KERETA API INDONESIA
2. Bagaimana kinerja PT. KERETA API INDONESIA dalam menarik perhatian dan memberikan kepuasaan kepada penumpang atas kinerja pelayananaannya?
1.3. Batasan masalah
Pada penulisan ilmiah ini penulis membatasi masalah dengan memfokuskan pada tingkat kepuasan penumpang yang didasrkan pada hasil kuisioner yang penulis sebarkan kepada beberapa penumpang kereta api kelas pakuan exspress
1.4 Tujuan penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan penumpang kereta api kelas pakuan exspress pada pt. kereta api Indonesia
2. Untuk menganalisis dan mengetahui tingkat kinerja pt.kereta api Indonesia dalam menarik dan memberikan kepuasan kepada penumpang kereta api kelas pakuan exspress
1.5 Manfaat penelitian
Pelaksanaan penelitian ini sangat bermanfaat untuk:
1. Kita mengetahui dan dapat menambah wawasan tentang teori tingkat kepuasan konsumen yang dapat dilihat dari segi pelayanan yang didapat dari hasil penelitian lapangan
2. Bagi objek yang diteliti dapat dijadikan sebagai tolak ukur serta masukan bagi kemajuan perusahaannya.
1.6 Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah Metode Deskriptif Kualitatif. Metode Deskriptif Kualitatif digunakan untuk mengetahui dan menjawab perumusan masalah tentang bagaimana kualitas pelayanan pada PT. Kereta api Indonesia serta keberhasilan penerapan strategi yang berorientasi kepada konsumen oleh karyawan dengan membuat perbandingan antara penilaian konsumen dan tingkat kepentingan konsumen untuk melihat kesesuaian diantaranya. Jenis Penelitian deskriptif yang digunakan adalah metode survei.
1.6.1 Objek penelitian
Objek yang akan di teliti adalah tingkat kepuasan penumpang kelas pakuan exspress pada pt. kereta api Indonesia
1.6.2 Data atau variable
Data yang di gunakan dalam penyusunan penulisan ini adalah data Primer. Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau penumpang yang berupa jawaban terhadap pertanyaan dalam kuisioner, data primer diperoleh dengan cara survei ke lapangan dan menyebarkan Kuisioner kepada penumpang kereta api kelas pakuan express serta melakukan wawancara kepada pihak pt. kereta api Indonesia
Variabel data yang di gunakan adalah :
Ø Jasa adalah Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik ( Philip Kotler,2000 )
Ø Kepuasan adalah Perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan – harapannya.
1.6.3 Metode pengumpulan data
Untuk mendapatkan data dalam penyusunan penulisan ini, penulis memperoleh dan mengumpulkan data dengan cara survei kelapangan dan membagikan kuisioner kepada sebagian penumpang kereta api kelas pakuan ekspress serta melakukan wawancra kepada pihak pt. kereta api Indonesia
1.6.4 Alat analisis yang digunakan
Untuk menganalisis dan membahas tingkat pelayanan Pt. kereta api Indonesia terhadap kepuasan penumpang, maka penulis menggunakan alat analisis Metode Chi Square (X2) dan Pengukuran Skala Linkert.
Ø Uji Chi Square ( X2 ) adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi atau yang benar – benar terjadi ( fo ) dengan frekuensi harapan ( fe ) yang didasarkan atas hipotesis tertentu.
Ø Skala Likert yaitu jenis skala yang di gunakan untuk mengukur variable penelitian, seperti Sikap, pendapat, dan persepsi sosial seseorang atau Kelompok. Skala ini berhubungan dengan sikap seseorang terhadap sesuatu, misalnya setuju- tidak setuju, senang-tidak senang, dan baik-tidak baik.
1.7 Sistematika penulisan
Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai isi yang terkandung pada penulisan Ilmiah ini. Berikut ini akan di susun Sistematika sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang permasalahan, batasan masalah, tujuan penulisan,metodologi penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori
Pada Bab ini dijelaskan tentang pengertian tentang analisis Tingkat Kepuasan Konsumen yang di bahas dalam penulisan Ilmiah ini.
Bab III Gambaran Umum Perusahaan
Pada Bab ini akan di jelaskan Sejarah Singkat Perusahaan Pada saat ini.
Bab IV Pembahasan
Dalam bab ini penulis akan menjelaskan tentang pengukuran tingkat kepuasan Konsumen.
Bab V Penutup
Dalam bab ini yang terdiri dari kesimpulan yang bermanfaat bagi kelangsungan kinerja suatu perusahaan.
Diposting oleh
okky
di
17.45
0
komentar
.jpg)